Minggu, 02 September 2018

APA YANG NAJIS ?....


MARKUS 7: 15
"Apapun yang dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya".

Singkat kata: Apa yang kita konsumsi tidak najis, tetapi yang kita produksi itulah yang najis.

Yang paling penting: Kita harus tahu apakah yang kita konsumsi itu sehat atau tidak.




IBADAH YANG MURNI


 
YAKOBUS 1: 27
                          Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia

     PKJ 264 - Apalah Arti Ibadahmu
     1. Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan
         bila tiada rela sujud dan sungkur?
         Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan
         bila tiada hati tulus dan syukur?

         Reff:
         Ibadah sejati, jadikanlah persembahan
         Ibadah sejati: kasihilah sesamamu!
         Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan
         jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan

      2. Marilah ikut melayani orang berkeluh
          agar iman tetap kuat serta teguh
          Itulah tugas pelayanan, juga panggilan
          persembahan yang berkenan bagi Tuhan

       3. Berbahagia orang yang hidup beribadah
           yang melayani orang susah dan lemah
           dan penuh kasih menolong orang yang terbeban
            itulah tanggung jawab orang beriman
           
           
         

Senin, 20 Maret 2017

TIPS MENYIMPAN UANG HEMAT DAN AMAN

 
     Zaman dahulu banyak orang yang menyimpan uang pada celengan, didalam peti, didalam setagen, didalam kutang, di bawah bantal, bahkan ada yang ditanam didalam tanah. Lalu pemerintah menggalakan budaya menabung maka orang berbondong-bondong menaruk uangnya di bank bahkan untuk pelajar wajib memiliki tabungan yang namanya tapelpram (tabungan pelajar dan pramuka).
     Sekarang menyimpan uang atau menabung sangat mudah tinggal datang ke bank dengan membawa KTP. Tapi ada juga pihak bank yang mempersulit atau mewajibkan calon nasabah harus memiliki NPWP. Sepertinya kita sebagai masyarakat kecil harus pandai-pandai berpikir untuk menyimpan uang kita.
     Kalau uang kita jumlahnya kurang dari satu juta mending disimpan dirumah aja karena kalau kita simpan di bank atau ditabungkan maka bunga yang didapat tidak seberapa bahkan dikenai biaya administrasi pula. Boro-boro uang kita bisa bertambah yang ada malah jumlanya berkurang, kalau kita lupa tidak mengadakan transaksi lebih dari tiga bulan bahkan dikenai denda semakin habislah uang kita.
     Inilah tips yang perlu diperhatikan dalam menyimpan uang:
     1. Pilihlah bank peserta LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)
     2. Pilihlah tabungan yang bebas administrasi
     3. Pilihlah bank yang mempunyai lahan parkir sendiri (parkir gratis)
     4. Pilihlah tabungan yang ATM-nya dapat digunakan untuk belanja di supermarket  

"UMPAMA SISWA ITU SEBUAH BENIH"

   
    Seandainya seorang siswa itu sebuah benih dan sekolah itu adalah tanah atau lahan untuk menanam benih sedangkan orang tua adalah orang yang menanam benih tersebut. Sejak orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah maka sejak itu pula benih itu mulai ditanam. Pada umumnya apabila benih ditanam maka akan segera tumbuh, berkembang dan pada akhirnya menghasilkan buah. Demikian juga harapan orang tua menyekolahan anaknya ke sekolah, ia berharap anaknya dapat tumbuh dan berkembang serta berubah lebih baik. Yang dimaksudkan disini adalah menjadi siswa yang berkualitas baik dari segi prestasi maupun budi pekerti.
    Yang perlu dipertanyakan apabila sebuah benih ditanam ternyata tidak tumbuh?!!! Kira-kira ini salah siapa, apakah benihnya yang tidak baik atau tanah atau lahannya yang kuang subur. Orang tua sudah berusaha untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah yang di pandang bagus untuk pertumbuhan anaknya kelak, kalau ternyata anaknya tidak bisa menunjukkan perubahan yang positif dalam artian tidak bisa berprestasi, kira-kira ini salah siapa dan siapa yang patut dipersalahkan!!!.

    Win win solution yang kia bisa ambil untuk problem semacam ini perlu kiranya para siswa instropeksi diri,  pihak sekolah perlu berbenah diri dan perlu adanya kerja sama pihak orang tua dengan pihak sekolah dan diperlukan kontrol atau pengawasan orang tua terhadap putera-puterinya sehingga kita bisa menghasilkan generasi penerus yang unggul baik dalam prestasi maupun dalam budi pekerti.

Minggu, 12 Maret 2017

"Belajar Memaknai Hidup Dari Pohon Pisang"

     Kalau kita memikirkan kehidupan ini kadang kita suntuk dan begitu melelahkan karena banyak aktifitas yang harus kita lakukan mulai bangun tidur hingga menjelang tidur. Begitu banyak persoalan yang terjadi karena ulah manusia. Manusia selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa yang diperbuatnya dan anehnya tanpa ada rasa penyesalan.Yang diawali disaat masa kanak-kanak (muncul umpatan: dasar anak tidak tau diuntung!!!), berlanjut di saat remaja (muncul nyanyian: muda-mudi yang bergaul begitu bebas hingga akhirnya salah jalan), masih juga berlanjut di saat kita sudah menjadi orang tua (muncul umpatan: ingat sudah tua renta sudah bau tanah!!! nggak usah macam-macam)
     Coba kita merenung sejenak dan pikirkan berapa lama lagi kita hidup di dunia ini. Pepatah Jawa mengatakan: "Urip ning donya iku mung mampir ngombe" maksunya hidup di dunia itu hanya numpang minum. Begitu cepat dan singkatnya kita hidup di dunia ini. Untuk itu alangkah baiknya kalau kita bersyukur selagi kita masih dapat menghirup udara pagi yang segar dan dapat merasakan hangatnya sinar mentari pagi. Ingatlah sebaik-baiknya manusia itu adalah Manusia yang bermanfaat bagi sesamanya. Sudahkah kita bermanfaat bagi orang lain???....
     Ibarat pohon pisang yang tumbuh mulai dari tunas hingga menjadi pohon menghasilkan buah pisang yang pada akhirnya akan menninggalkan tunasnya (mati). Demikian pula dengan hidup kita yang diawali dari masa kanak-kanak lalu tumbuh menjadi remaja dan mejadi seorang pemuda atau pemudi yang dewasa dan menikah serta dikaruniai anak dan mejadi orang tua yang akhirnya menjadi manusia lanjut usia dan akhirnya tiada. Patut kiranya kita belajar memaknai hidup ini dari kehidupan pohon pisang,

Minggu, 05 Maret 2017

PERUMPAMAAN: " BUSUR DAN ANAK PANAH "

 
 Seorang anak itu akan tumbuh dan berkembang serta pada akhirnya akan mencari identitas diri sehingga orang lain mengenal, mengetahui, dan bahkan mengakui kemampuan dirinya dalam hal-hal tertentu. Kadang tak peduli untuk tujuan tersebut dia menghalalkan segala cara dan cilakanya dalam hal ini yang lebih berpengaruh adalah pergaulan atau teman sebaya. Maka kita sebagai orang tua harus memberikan nasehat dan pandangan terus-menerus yang sifatnya tidak menggurui tapi memberitahukan hal-hal yang nyata yang terjadi di masyarakat dan lingkungan sekitar kita.
      Sebagai orang tua kadang kita nggak habis pikir, kenapa anak kita kok bisa marah, sedih, dan kecewa sama kita. Padahal kita berpikir apa yang kita lakukan tidak ada salah dan tidak ada jeleknya.
Apa yang kita lakukan semua semata-mata demi kebaikan anak kita, atau kita harus lebih bersabar dan menyelami, serta bertanya apa yang anak kita mau dan inginkan.
      Mungkin kita sebagai orang tua lebih bijak kalau kita mempercayai apa yang dilakukannya itu baik sejauh tidak melanggar hukum dan menaruh simpatik atas keinginannya untuk bisa mandiri, misalnya: Kalau anak kita memilih merantau dan harus jauh tinggal dari kita atau karena menjalankan tugas. 
      Maka kita sebagai orang tua harus rela melepas kepergian anak kita demi masa depan yang lagi dirintisnya atau lagi diperjuangkan. Kita sebagai orang tua harus menyakini akan kemampuan anak kita untuk menggapai masa depannya. Ibarat busur itu adalah orang tua dan anak panah itu anak kita.
Maka busur itu harus kuat dan kokoh untuk melepaskan anak panah yang siap melesat untuk mencapai sasaran atau targetnya. Yakinkan pada anak kita bahwa dia pasti bisa untuk meraihnya asalkan perjuangan itu harus pula diiringi dengan doa. Semua hal itu tidak ada yang mustahil kalau didoakan dengan sungguh-sungguh. Semoga sukses anakku!!!...